Apa itu BCG Matrix? Pelajari cara membuatnya dalam 5 langkah

BCG Matrix, yang juga dikenal sebagai Boston Matrix, adalah alat analisis penting yang membantu bisnis mengevaluasi pangsa pasar produk dan layanan mereka. Berdasarkan hasil analisis BCG Matrix, manajer dapat menentukan strategi pengembangan dan investasi yang paling sesuai. Mari kita jelajahi setiap aspek BCG Matrix dalam artikel ini!
Apa itu BCG Matrix?
Konsep SBU
SBU (Strategic Business Unit) mengacu pada unit bisnis yang memiliki visi dan strategi pengembangannya sendiri. SBU berfungsi seperti bisnis independen di dalam sebuah perusahaan, yang sering mewakili lini produk, satu produk, atau sebuah merek.
Sebagai contoh, Google Cloud Platform (GCP) dianggap sebagai SBU dari Google. Tujuannya adalah menyediakan layanan komputasi awan dan solusi infrastruktur bagi pelanggan korporat.
GCP memiliki departemen terpisah tersendiri, seperti pemasaran, pengembangan produk, rekayasa, dan keuangan. Kinerja GCP diukur menggunakan KPI spesifik seperti penjualan, keuntungan, dan pangsa pasar.
BCG Matrix (Growth Share Matrix)
BCG Matrix adalah alat strategi bisnis yang dikembangkan oleh Boston Consulting Group. Alat ini digunakan untuk menilai tingkat pertumbuhan pasar dan pangsa pasar produk atau lini produk. Berdasarkan penilaian tersebut, bisnis dapat memutuskan apakah akan mempertahankan, menjual, menginvestasikan lebih banyak, atau menghapus suatu produk.
BCG Matrix mengkategorikan produk ke dalam empat status SBU: Star, Cash Cow, Question Mark, dan Dog.
- Question Marks: Produk dengan pertumbuhan pasar tinggi tetapi pangsa pasar rendah.
- Stars: Produk dengan pertumbuhan pasar tinggi dan pangsa pasar yang tinggi.
- Dogs: Produk dengan pertumbuhan pasar rendah dan pangsa pasar yang rendah.
- Cash Cows: Produk dengan pertumbuhan pasar rendah tetapi pangsa pasar yang tinggi.
Pentingnya BCG Matrix
Menerapkan BCG Matrix memberikan beberapa manfaat utama bagi bisnis, antara lain:
- Memposisikan status produk: BCG Matrix membantu manajer menilai posisi produk dalam portofolio mereka atau pangsa pasar mereka. Dari sini, bisnis dapat mengidentifikasi produk mana yang tumbuh pesat (Star), mana yang menguasai pangsa pasar besar (Cash Cow), mana yang memiliki potensi (Question Mark), dan mana yang sedang mengalami kesulitan (Dog).
- Mengalokasikan sumber daya secara bijak: Berdasarkan posisi produk dalam BCG Matrix, bisnis dapat mengarahkan sumber daya ke produk dengan potensi pertumbuhan tinggi (Star) untuk mencapai profitabilitas yang lebih baik. Sementara itu, untuk produk yang berkinerja rendah (Dog), perusahaan dapat mengurangi biaya investasi.
- Mengambil keputusan strategis: Dengan BCG Matrix, bisnis dapat memilih untuk menginvestasikan lebih banyak pada produk berpotensi (Question Mark) untuk mengubahnya menjadi Stars, fokus pada memaksimalkan keuntungan dari produk yang berkinerja baik (Cash Cow), atau memangkas investasi pada produk yang tidak menguntungkan (Dog).
Namun, penting untuk diperhatikan bahwa analisis BCG Matrix hanya relevan untuk isu-isu saat ini. BCG Matrix tidak memperkirakan masa depan atau mengevaluasi faktor eksternal. Oleh karena itu, manajer sebaiknya mengombinasikan BCG Matrix dengan alat lain untuk mencapai analisis strategi bisnis yang lebih komprehensif.
Empat kuadran BCG Matrix

Dog SBU
Kategori Dog mewakili produk atau layanan yang:
- Beroperasi di industri dengan pertumbuhan lambat dan pangsa pasar kecil.
- Tidak memerlukan banyak modal tetapi juga tidak menghasilkan keuntungan yang signifikan.
- Berpotensi menjadi "jebakan keuangan," yang membatasi profitabilitas arus kas.
Untuk produk atau layanan yang dikategorikan sebagai Dogs, manajer dapat mempertimbangkan untuk menghentikan investasi guna memfokuskan sumber daya pada peluang yang lebih menjanjikan.
Cash Cow SBU
Kategori Cash Cow mengacu pada SBU yang:
- Memiliki pangsa pasar besar di industri yang matang dengan pertumbuhan lambat.
- Menghasilkan keuntungan stabil tanpa memerlukan investasi yang besar.
Cash Cows sering kali merupakan produk atau area bisnis utama yang mendanai kegiatan lainnya. Oleh karena itu, perusahaan sebaiknya memanfaatkan Cash Cows ini selama mungkin untuk mendapatkan kas yang dapat diinvestasikan kembali di tempat lain.
Jika Cash Cows mulai melambat pertumbuhannya, sangat penting untuk mengelola sumber daya dan strategi dengan cermat guna memaksimalkan profitabilitas dan bersiap menghadapi kemungkinan penurunan.
Star SBU
Stars adalah produk atau unit bisnis yang:
- Memiliki pangsa pasar besar di industri yang tumbuh pesat.
- Memiliki potensi keuntungan tinggi tetapi menghadapi persaingan ketat akibat pasar yang berkembang dengan cepat.
Untuk SBU Stars, bisnis sebaiknya berinvestasi secara besar-besaran untuk mempertahankan kepemimpinan. Dengan strategi pengembangan yang tepat, Stars pada akhirnya dapat menjadi Cash Cows seiring dengan maturnya industri.
Question Mark SBU
Question Marks ditandai dengan:
- Pangsa pasar kecil di industri yang tumbuh pesat, sehingga memerlukan investasi yang signifikan untuk mempertahankan atau meningkatkan pangsa pasar.
- Potensi komersial yang baik, tetapi perlu dievaluasi dengan cermat dalam hal kelayakan dan profitabilitas.
Tidak ada strategi yang berlaku untuk semua kasus bagi Question Marks. Tergantung pada profitabilitas dan kondisi pasar, bisnis harus memutuskan apakah akan melakukan ekspansi, pengurangan, atau keluar.
Jika tidak diinvestasikan, sebuah Question Mark dapat berubah menjadi Dog. Namun, dengan strategi pengembangan yang cerdas, sebuah Question Mark bisa menjadi Star.
Cara membangun strategi bisnis menggunakan BCG Matrix
Data dari analisis BCG Matrix memberikan landasan penting bagi SBU untuk menentukan strategi yang sesuai dengan sumber daya yang tersedia. Masing-masing dari empat kategori BCG Matrix sesuai dengan salah satu dari empat strategi bisnis: Build, Hold, Harvest, dan Divest.
Build strategy: Investasi untuk pertumbuhan
Strategi ini diterapkan pada Question Marks dengan pangsa pasar rendah. Fokusnya adalah mengalokasikan sumber daya untuk meningkatkan produk dan meningkatkan visibilitas guna merebut lebih banyak pangsa pasar. Namun, jangan berharap keuntungan segera, karena strategi ini memerlukan investasi yang berkelanjutan.
Hold strategy: Mempertahankan posisi
Hold strategy cocok untuk Stars. Ini melibatkan reinvestasi keuntungan untuk memperkuat daya saing dan memanfaatkan minat konsumen guna memperluas pangsa pasar.
Harvest strategy: Memaksimalkan arus kas
Harvest strategy berlaku untuk Cash Cows ketika tingkat pertumbuhannya mulai melandai. Strategi ini berfokus pada optimalisasi keuntungan jangka pendek dengan mengurangi biaya daripada melakukan reinvestasi.
Divest strategy: Keluar dari pasar
Divest strategy mendorong bisnis untuk menarik sumber daya dari Dogs. Melikuidasi produk atau menawarkan diskon membantu mengalihkan modal dari produk yang berkinerja rendah ke produk yang lebih menjanjikan, memulai siklus bisnis baru.
Menerapkan BCG Matrix dalam Marketing
BCG Matrix tidak hanya untuk strategi produk, tetapi juga dapat mengoptimalkan kinerja strategi marketing.
Dalam kasus ini, sumbu vertikal mewakili ROI atau keuntungan dari saluran marketing, sementara sumbu horizontal mewakili efektivitas potensial atau penjualan dari setiap saluran marketing.
Mirip dengan BCG Matrix produk, BCG Matrix strategi marketing mencakup:
- Stars: Saluran marketing dengan ROI tinggi dan efektivitas tinggi, di mana bisnis sebaiknya berinvestasi lebih banyak dan mengharapkan hasil yang baik.
- Question Marks: Saluran dengan ROI tinggi tetapi efektivitas rendah, di mana bisnis mungkin bereksperimen dengan investasi, meskipun hasilnya bisa bervariasi.
- Dogs: Saluran dengan ROI rendah dan efektivitas rendah, di mana bisnis sebaiknya mempertimbangkan untuk mengalihkan sumber daya ke saluran yang lebih menjanjikan.
- Cash Cows: Saluran dengan ROI rendah tetapi efektivitas tinggi, yang sebaiknya dipertahankan untuk stabilitas.
Contoh BCG Matrix dari Coca-Cola
Coca-Cola adalah salah satu merek minuman ringan yang paling terkenal di dunia. Produk Coca-Cola tersedia di lebih dari 200 negara.
Dalam contoh BCG Matrix Coca-Cola, SBU-nya adalah sebagai berikut:

Keterbatasan BCG Matrix
Meskipun BCG Matrix menawarkan banyak manfaat, alat ini juga memiliki beberapa keterbatasan:
- Kategorisasi yang terlalu disederhanakan: BCG Matrix membagi SBU menjadi dua kategori: tinggi dan rendah. Namun, pada kenyataannya, banyak SBU yang mungkin berada di tengah-tengah. Hal ini dapat membuat matriks kurang akurat dalam mencerminkan kondisi bisnis yang sebenarnya.
- Kurangnya kejelasan pasar: BCG Matrix tidak selalu memperhitungkan faktor-faktor spesifik industri. Sebagai contoh, produk dengan pangsa pasar tinggi mungkin masih memerlukan investasi yang signifikan, yang menghasilkan profitabilitas rendah. Oleh karena itu, memiliki pangsa pasar yang besar tidak selalu menjamin keuntungan yang tinggi.
- Tingkat pertumbuhan dan pangsa pasar bukan satu-satunya indikator profitabilitas: BCG Matrix mungkin mengabaikan faktor-faktor lain yang mempengaruhi profitabilitas, yang berpotensi menyebabkan analisis yang tidak lengkap.
- Dogs masih dapat menawarkan keunggulan kompetitif: Dalam beberapa kasus, SBU Dog dapat memberikan keunggulan kompetitif bagi perusahaan, dan bahkan mungkin menghasilkan keuntungan lebih tinggi daripada Cash Cow.
Cara menggambar BCG Matrix
Untuk membuat BCG Matrix secara efektif, ikuti langkah-langkah berikut:
Langkah 1: Tentukan subjek untuk analisis
Bisnis dapat menggunakan BCG Matrix untuk menganalisis status dan nilai produk, layanan, atau SBU-nya. Subjek yang dipilih akan mempengaruhi seluruh analisis, jadi penting untuk mendefinisikan dengan jelas masalah atau area yang ingin difokuskan.
Langkah 2: Identifikasi pasar yang akan dianalisis
Mendefinisikan pasar melibatkan penentuan segmen pasar mana yang menjadi tempat produk Anda. Sebagai contoh, jika Anda mempertimbangkan Mercedes-Benz di pasar mobil penumpang umum, produk tersebut bisa diklasifikasikan sebagai Dog (dengan hanya sekitar 5% pangsa pasar). Namun, di pasar mobil mewah, produk tersebut akan dianggap sebagai Cash Cow.
Mendefinisikan pasar secara akurat sangat penting untuk memposisikan bisnis Anda dengan tepat dalam industri.
Langkah 3: Hitung pangsa pasar relatif
Pangsa pasar mengacu pada persentase pasar yang dikuasai bisnis, diukur berdasarkan volume penjualan atau pendapatan. BCG Matrix menggunakan pangsa pasar relatif, yang membandingkan penjualan bisnis Anda dengan pesaing teratas di industri.
Pangsa pasar relatif ditampilkan pada sumbu X dan dihitung sebagai:
Pangsa pasar relatif = Penjualan produk Anda tahun ini / Penjualan produk pesaing teratas untuk tahun yang sama
Sebagai contoh:
- Produk Anda memiliki penjualan sebesar $50 juta.
- Produk pesaing teratas memiliki penjualan sebesar $100 juta.
- Pangsa Pasar Relatif = 50/100 = 0,5
Hasil ini (0,5) menunjukkan bahwa produk Anda memiliki separuh pangsa pasar dari pesaing terkemuka.
Langkah 4: Hitung tingkat pertumbuhan pasar
Tingkat pertumbuhan pasar ditentukan dengan menghitung rata-rata tingkat pertumbuhan bisnis-bisnis teratas di industri.
Rumus untuk menghitung tingkat pertumbuhan pasar adalah:
Tingkat pertumbuhan pasar = (Pendapatan produk tahun ini - Pendapatan produk tahun lalu) / Pendapatan produk tahun lalu
Pasar dengan pertumbuhan tinggi biasanya menghasilkan peningkatan pangsa pasar dan potensi profitabilitas yang lebih besar.
Langkah 5: Gambarkan lingkaran pada BCG Matrix
Setelah menghitung angka-angka yang diperlukan, Anda dapat memplot merek-merek dalam pasar pada matriks sebagai berikut:
- Sumbu X mewakili pangsa pasar relatif.
- Sumbu Y mewakili tingkat pertumbuhan industri.
- Setiap unit, merek, atau produk diwakili oleh lingkaran, dengan ukuran lingkaran yang sesuai dengan pendapatan yang dihasilkan oleh SBU tersebut.
Tips menganalisis BCG Matrix
Untuk menghitung BCG Matrix dengan akurat, analis sebaiknya memperhatikan poin-poin berikut:
- Gunakan data yang akurat dan lengkap, termasuk tingkat pertumbuhan pasar dan pangsa pasar relatif. Hal ini memastikan bahwa hasilnya tidak menyesatkan.
- Kombinasikan faktor kualitatif dan kuantitatif untuk evaluasi yang komprehensif. Pendekatan ini memberikan gambaran yang lebih jelas kepada bisnis mengenai potensi pasar dan kinerja mereka.
- Tinjau ulang BCG Matrix secara berkala seiring dengan perubahan pasar dan kondisi bisnis dari waktu ke waktu. Hal ini memastikan bahwa klasifikasi dan pemosisian unit bisnis tetap selaras dengan realitas saat ini.
- BCG Matrix hanyalah satu bagian dari analisis strategis. BCG Matrix sebaiknya dikombinasikan dengan alat-alat lain seperti analisis SWOT, analisis PESTEL, dan analisis industri untuk mendapatkan pemahaman yang komprehensif tentang lingkungan bisnis.
Dengan mengorganisasi produk dan unit bisnis ke dalam grid 2x2 yang sederhana berdasarkan pertumbuhan pasar dan pangsa pasar, BCG Matrix menyediakan peta jalan yang memandu bisnis dalam pengambilan keputusan strategis, menunjukkan di mana harus berinvestasi, di mana harus memelihara, dan di mana harus melepas. Semoga kerangka kerja ini memberdayakan Anda untuk menilai potensi pasar dan menyelaraskan portofolio Anda dengan tujuan jangka panjang.
FAQ Section
Pertanyaan yang Sering Diajukan tentang BCG Matrix
Apa kepanjangan dari BCG Matrix?
BCG Matrix adalah singkatan dari Boston Consulting Group Matrix, yang juga dikenal sebagai Growth Share Matrix. Ini adalah alat strategis yang digunakan untuk menganalisis portofolio produk berdasarkan pangsa pasar dan tingkat pertumbuhan.
Apa saja empat kategori dalam BCG Matrix?
Empat kategorinya adalah: Stars (pertumbuhan tinggi, pangsa pasar tinggi), Cash Cows (pertumbuhan rendah, pangsa pasar tinggi), Question Marks (pertumbuhan tinggi, pangsa pasar rendah), dan Dogs (pertumbuhan rendah, pangsa pasar rendah).
Apa itu SBU dalam BCG Matrix?
SBU adalah singkatan dari Strategic Business Unit, yaitu unit bisnis independen dalam sebuah perusahaan yang memiliki visi dan strategi sendiri, yang sering mewakili lini produk, satu produk, atau merek.
Strategi apa yang harus diterapkan untuk setiap kategori BCG?
Build strategy untuk Question Marks (investasi untuk pertumbuhan), Hold strategy untuk Stars (mempertahankan posisi), Harvest strategy untuk Cash Cows (memaksimalkan arus kas), dan Divest strategy untuk Dogs (keluar dari pasar).
Apakah BCG Matrix sebaiknya digunakan sendiri untuk perencanaan strategis?
Tidak, BCG Matrix sebaiknya dikombinasikan dengan alat lain seperti analisis SWOT, analisis PESTEL, dan analisis industri untuk perencanaan strategis yang komprehensif, karena alat ini hanya membahas posisi pasar saat ini tanpa memprediksi tren masa depan.
Seberapa sering perusahaan harus memperbarui BCG Matrix mereka?
Perusahaan sebaiknya meninjau ulang BCG Matrix mereka secara berkala seiring dengan perubahan pasar dan kondisi bisnis, memastikan klasifikasi produk tetap selaras dengan realitas pasar saat ini.

Senior Operations & Growth Strategist
On this page
- Apa itu BCG Matrix?
- Konsep SBU
- BCG Matrix (Growth Share Matrix)
- Pentingnya BCG Matrix
- Empat kuadran BCG Matrix
- Dog SBU
- Cash Cow SBU
- Star SBU
- Question Mark SBU
- Cara membangun strategi bisnis menggunakan BCG Matrix
- Build strategy: Investasi untuk pertumbuhan
- Hold strategy: Mempertahankan posisi
- Harvest strategy: Memaksimalkan arus kas
- Divest strategy: Keluar dari pasar
- Menerapkan BCG Matrix dalam Marketing
- Contoh BCG Matrix dari Coca-Cola
- Keterbatasan BCG Matrix
- Cara menggambar BCG Matrix
- Langkah 1: Tentukan subjek untuk analisis
- Langkah 2: Identifikasi pasar yang akan dianalisis
- Langkah 3: Hitung pangsa pasar relatif
- Langkah 4: Hitung tingkat pertumbuhan pasar
- Langkah 5: Gambarkan lingkaran pada BCG Matrix
- Tips menganalisis BCG Matrix
- FAQ Section