Bahasa Indonesia
BCG Matrix vs GE-McKinsey Matrix: Perbandingan Lengkap

Turn this article into takeaways for your work.
Each assistant summarizes the article only for you and suggests best practices for your work.
Perdebatan BCG matrix vs GE-McKinsey matrix bermuara pada kecepatan versus kedalaman analisis. Kedua alat ini membantu eksekutif memutuskan di mana harus berinvestasi, menahan, atau melepas aset dalam portofolio bisnis. Namun keduanya menjawab pertanyaan tersebut dengan cara yang sangat berbeda, dan memilih yang salah untuk situasi Anda akan membuang waktu atau, lebih buruk lagi, menghasilkan rekomendasi yang menyesatkan.
Apa Perbedaan antara BCG Matrix dan GE-McKinsey Matrix?
Keduanya merupakan kerangka analisis portofolio yang digunakan untuk mengalokasikan modal dan sumber daya ke unit bisnis atau lini produk. BCG matrix (dikembangkan oleh Boston Consulting Group) menggunakan kisi 2x2 sederhana dengan dua sumbu: tingkat pertumbuhan pasar dan pangsa pasar relatif. Matrix ini menempatkan setiap unit ke dalam salah satu dari empat kuadran: Stars, Cash Cows, Question Marks, atau Dogs. GE-McKinsey matrix menggunakan kisi 3x3, menilai unit berdasarkan daya tarik industri dan kekuatan kompetitif, masing-masing dibangun dari beberapa faktor tertimbang. Struktur yang lebih kaya ini menghasilkan pembedaan yang lebih halus, tetapi juga membutuhkan lebih banyak data dan lebih banyak pertimbangan.
Fakta Penting
- BCG matrix diciptakan oleh Bruce Henderson di Boston Consulting Group pada tahun 1970, menjadikannya salah satu alat perencanaan portofolio formal tertua yang masih digunakan secara luas. (Sumber: BCG, 1970)
- GE-McKinsey matrix dikembangkan oleh McKinsey and Company untuk General Electric pada awal 1970-an sebagai respons langsung terhadap keterbatasan kisi BCG, khususnya kebutuhan untuk menangkap lebih banyak faktor di luar pertumbuhan dan pangsa pasar. (Sumber: McKinsey, 1971)
- Pada akhir 1970-an, kerangka perencanaan portofolio digunakan oleh sekitar setengah dari semua perusahaan Fortune 500, menurut penelitian yang dikutip dalam Journal of Business Strategy (Haspeslagh, 1982).
- Ringkasan yang perlu diingat: "BCG mengajukan dua pertanyaan dengan cepat; GE-McKinsey mengajukan selusin pertanyaan secara cermat."
Apa Itu BCG Matrix?
BCG matrix adalah kisi dua dimensi yang memplotkan unit bisnis atau produk berdasarkan tingkat pertumbuhan pasar (sumbu vertikal) versus pangsa pasar relatif (sumbu horizontal). Setiap sumbu dibagi pada ambang tertentu, menciptakan empat sel.
Stars (pertumbuhan tinggi, pangsa pasar tinggi): unit yang memimpin pasar yang sedang berkembang. Mereka mengonsumsi kas untuk mempertahankan pertumbuhan tetapi diharapkan menjadi Cash Cows seiring pasar matang.
Cash Cows (pertumbuhan rendah, pangsa pasar tinggi): pemimpin pasar yang sudah matang. Mereka menghasilkan lebih banyak kas daripada yang mereka konsumsi, menjadikan mereka sumber pendanaan utama portofolio.
Question Marks (pertumbuhan tinggi, pangsa pasar rendah): unit di pasar yang tumbuh pesat tetapi tanpa pangsa pasar yang dominan. Keputusannya adalah apakah akan berinvestasi untuk menjadi Star atau keluar.
Dogs (pertumbuhan rendah, pangsa pasar rendah): unit yang terjebak di pasar stagnan tanpa keunggulan kompetitif. Kandidat klasik untuk divestasi, meskipun beberapa menghasilkan imbal hasil niche yang stabil.
BCG matrix cepat dijalankan. Anda hanya membutuhkan dua titik data per unit: tingkat pertumbuhan pasar dan pangsa pasar unit relatif terhadap pesaing terbesarnya. Kesederhanaan itu adalah aset terbesarnya sekaligus keterbatasan terbesarnya.
Apa Itu GE-McKinsey Matrix?
GE-McKinsey matrix adalah kisi 3x3 yang menilai setiap unit bisnis pada dua dimensi komposit: daya tarik industri (sumbu vertikal) dan kekuatan kompetitif (sumbu horizontal). Setiap dimensi mengagregasikan beberapa faktor.
Faktor daya tarik industri biasanya mencakup ukuran pasar, tingkat pertumbuhan, margin laba, intensitas persaingan, kebutuhan teknologi, serta faktor lingkungan dan regulasi. Faktor kekuatan kompetitif mencakup pangsa pasar, kekuatan merek, kapasitas produksi, margin laba relatif terhadap pesaing, dan kemampuan teknologi.
Setiap faktor diberi bobot, kemudian dinilai dari 1 hingga 5. Rata-rata tertimbang menempatkan setiap unit di suatu titik pada skala 3 poin (rendah, sedang, tinggi) untuk masing-masing sumbu.
Kisi 3x3 menghasilkan tiga zona strategis.
Invest and Grow (sel kiri atas, daya tarik tinggi dan kekuatan tinggi): alokasikan sumber daya, kejar pertumbuhan secara agresif.
Selectivity (sel diagonal tengah, sedang pada setidaknya satu sumbu): berinvestasi secara selektif, perbaiki kelemahan tertentu, atau pertahankan posisi.
Harvest or Divest (sel kanan bawah, daya tarik rendah dan kekuatan rendah): kelola untuk arus kas, kemudian keluar kecuali ada jalur perbaikan yang jelas.
Karena penilaian melibatkan pertimbangan subjektif, dua tim bisa mencapai penempatan yang berbeda untuk unit yang sama. Subjektivitas itulah kelemahan GE-McKinsey matrix yang paling sering dikutip.
BCG vs GE-McKinsey: Perbandingan Berdampingan
| Dimensi | BCG Matrix | GE-McKinsey Matrix |
|---|---|---|
| Ukuran kisi | 2x2 (4 sel) | 3x3 (9 sel) |
| Sumbu vertikal | Tingkat pertumbuhan pasar | Daya tarik industri (komposit) |
| Sumbu horizontal | Pangsa pasar relatif | Kekuatan kompetitif (komposit) |
| Jumlah faktor | 2 (satu per sumbu) | Banyak (biasanya 6-12 faktor tertimbang per sumbu) |
| Kompleksitas | Rendah | Tinggi |
| Subjektivitas | Rendah (berbasis data) | Tinggi (bobot dan skor bergantung pada pertimbangan) |
| Terbaik untuk | Portofolio besar yang membutuhkan pemilahan cepat; prioritisasi tahap awal | Konglomerat yang terdiversifikasi; keputusan dengan modal signifikan yang dipertaruhkan |
| Keterbatasan utama | Mengabaikan profitabilitas, kekuatan merek, sinergi, dan banyak variabel lain | Bobot faktor dapat dimanipulasi; memakan waktu untuk dijalankan |
| Output | Label kuadran dengan strategi yang tersirat | Posisi zona dengan panduan investasi yang diprioritaskan |
| Diciptakan oleh | Bruce Henderson, BCG, 1970 | McKinsey untuk General Electric, awal 1970-an |
Kapan Menggunakan Masing-masing Matrix
Gunakan BCG matrix ketika:
- Anda membutuhkan pemilahan awal yang cepat dari portofolio besar.
- Data tentang pertumbuhan pasar dan pangsa pasar mudah tersedia dan dapat diandalkan.
- Audiens membutuhkan kerangka yang mudah dikomunikasikan (presentasi dewan, presentasi investor).
- Anda bekerja dalam satu industri di mana pangsa pasar berkorelasi kuat dengan profitabilitas.
Gunakan GE-McKinsey matrix ketika:
- Portofolio mencakup beberapa industri dengan profil daya tarik yang sangat berbeda.
- Sebuah keputusan memiliki modal yang cukup besar untuk membenarkan pekerjaan penilaian tambahan.
- Pangsa pasar saja merupakan proksi yang buruk untuk posisi kompetitif (layanan, B2B, industri yang diregulasi).
- Anda perlu mengungkap nuansa yang akan tersembunyi dalam kisi 2x2, seperti unit kecil di ceruk yang sangat menarik.
Banyak tim strategi menjalankan BCG terlebih dahulu untuk cakupan luas, kemudian menerapkan GE-McKinsey pada dua atau tiga unit di mana BCG memberikan sinyal yang ambigu atau diperdebatkan.
Cara Memilih dan Menerapkan Salah Satunya
Langkah 1: Definisikan unit analisis Anda
Buat daftar setiap unit bisnis, lini produk, atau merek yang ingin Anda evaluasi. Konfirmasi bahwa setiap unit memiliki definisi pasar yang dapat dipertahankan. Tanpa definisi tersebut, sumbu pada matrix mana pun menjadi tidak bermakna. Untuk BCG matrix, hitung pangsa pasar relatif setiap unit (pangsa unit Anda dibagi pangsa pesaing terbesar). Untuk GE-McKinsey, buat daftar faktor yang akan Anda gunakan untuk menilai daya tarik dan kekuatan, serta sepakati bobot sebelum penilaian dimulai.
Langkah 2: Pilih matrix yang sesuai dengan kompleksitas keputusan
Jika Anda melakukan tinjauan portofolio penuh di seluruh konglomerat yang terdiversifikasi, gunakan GE-McKinsey secara default. Jika Anda memprioritaskan investasi produk di satu pasar, BCG biasanya sudah cukup. Jika ragu, mulailah dengan BCG untuk gambaran umum, kemudian gunakan analisis keunggulan kompetitif atau Porter's Five Forces untuk memperdalam pemahaman Anda tentang unit yang jatuh secara ambigu di dekat pusat.
Langkah 3: Nilai sumbu-sumbunya
Untuk BCG: plotkan setiap unit berdasarkan tingkat pertumbuhan versus pangsa pasar relatif. Gambarkan garis pemisah pada pertumbuhan rata-rata industri dan 1,0 pada pangsa relatif. Untuk GE-McKinsey: nilai setiap faktor untuk setiap unit, terapkan bobot, hitung skor komposit, dan tempatkan unit pada kisi 3x3. Dokumentasikan bobot dan skor Anda agar para pemangku kepentingan dapat menantang asumsi, bukan kesimpulan.
Langkah 4: Baca implikasi strategi per sel
Sel BCG membawa strategi yang tersirat: investasikan di Stars, panen Cash Cows, putuskan dengan cepat pada Question Marks, dan keluar dari Dogs kecuali ada alasan strategis untuk mempertahankannya. Zona GE-McKinsey membawa logika serupa tetapi dengan lebih banyak gradasi: unit di diagonal tengah membutuhkan penilaian jujur apakah jalur menuju zona investasi benar-benar ada. Padukan output matrix dengan Ansoff Matrix untuk membuat pilihan pertumbuhan menjadi konkret.
Contoh
Misalkan sebuah perusahaan barang konsumen memiliki lima lini produk: kopi premium, sereal private-label, air soda, camilan berbasis tanaman, dan lini sup kalengan yang sedang menurun.
Penempatan BCG:
| Produk | Pertumbuhan pasar | Pangsa relatif | Kuadran |
|---|---|---|---|
| Kopi premium | Tinggi (12%) | Tinggi (1,4x pemimpin) | Star |
| Camilan berbasis tanaman | Tinggi (18%) | Rendah (0,3x pemimpin) | Question Mark |
| Air soda | Sedang (6%) | Tinggi (1,1x pemimpin) | Cash Cow (perbatasan) |
| Sereal private-label | Rendah (2%) | Sedang (0,8x pemimpin) | Dog (perbatasan) |
| Sup kalengan | Rendah (1%) | Rendah (0,5x pemimpin) | Dog |
Penempatan GE-McKinsey (disingkat):
| Produk | Daya tarik industri | Kekuatan kompetitif | Zona |
|---|---|---|---|
| Kopi premium | Tinggi (4,2/5) | Tinggi (4,0/5) | Invest and Grow |
| Camilan berbasis tanaman | Tinggi (4,5/5) | Rendah (2,1/5) | Selectivity |
| Air soda | Sedang (3,1/5) | Sedang (3,4/5) | Selectivity |
| Sereal private-label | Sedang (2,8/5) | Sedang (2,9/5) | Selectivity (pantau) |
| Sup kalengan | Rendah (1,8/5) | Rendah (2,0/5) | Harvest or Divest |
Analisis GE-McKinsey mengungkapkan bahwa air soda berada di zona Selectivity, bukan sebagai Cash Cow yang jelas, mendorong pemeriksaan lebih mendalam apakah posisi kompetitif unit tersebut sedang melemah. BCG saja akan menyarankan "tahan dan panen," yang mungkin merupakan keputusan yang keliru.
Kesalahan Umum
Memperlakukan sumbu BCG sebagai satu-satunya pendorong. Pangsa pasar adalah heuristik yang berguna, bukan gambaran lengkap posisi kompetitif. Unit dengan pangsa rendah di pasar yang terfragmentasi bisa sangat menguntungkan. Selalu periksa output BCG terhadap data margin dan arus kas aktual. Gunakan analisis SWOT atau analisis PESTEL untuk memverifikasi konteks.
Presisi semu dalam penilaian GE-McKinsey. Karena matrix menghasilkan skor tertimbang hingga satu atau dua desimal, tim terkadang memperlakukan output sebagai lebih objektif dari kenyataannya. Skor 3,2 versus 3,4 pada daya tarik industri tidak signifikan secara statistik jika faktor-faktornya dinilai oleh seorang analis tunggal. Bangun kesepakatan tentang definisi faktor dan bobot sebelum penilaian, bukan setelahnya.
Melewati langkah "lalu apa". Kedua matrix menghasilkan penempatan, bukan keputusan. Penugasan kuadran atau zona adalah awal percakapan strategis, bukan akhirnya. Padukan output dengan percakapan alokasi sumber daya yang terhubung ke target keuangan.
Mengabaikan ketergantungan antar-unit portofolio. Tidak ada matrix yang memperhitungkan sinergi antar-unit, seperti manufaktur bersama, halo merek, atau jaringan distribusi. Dog yang memasok pelanggan ke Star mungkin layak dipertahankan meskipun matrix mengatakan untuk didivestasi.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah GE-McKinsey lebih baik dari BCG? Tidak secara kategoris. GE-McKinsey menangkap lebih banyak variabel dan menghasilkan output yang lebih terperinci, tetapi kekayaan itu datang dengan lebih banyak subjektivitas dan lebih banyak pekerjaan. Untuk pemilahan cepat atau portofolio satu industri, BCG matrix sering menjadi pilihan yang lebih baik. Untuk konglomerat multi-industri yang membuat keputusan alokasi modal besar, GE-McKinsey sepadan dengan kompleksitasnya.
Siapa yang menciptakan BCG matrix? Bruce Henderson, pendiri Boston Consulting Group, menciptakan BCG matrix pada tahun 1970. Matrix ini dibangun berdasarkan pengamatan bahwa efek kurva pengalaman menyebabkan biaya turun secara prediktif seiring volume produksi kumulatif bertambah, sehingga pangsa pasar relatif menjadi proksi yang bermakna untuk daya saing biaya.
Apa dua sumbu GE-McKinsey matrix? Daya tarik industri (vertikal) dan kekuatan kompetitif (horizontal). Setiap sumbu merupakan skor komposit yang ditimbang dari beberapa faktor, yang membedakan alat ini dari sumbu satu-faktor milik BCG matrix.
Bisakah Anda menggunakan kedua matrix sekaligus? Ya, dan banyak tim strategi melakukannya. Pendekatan umum adalah menggunakan BCG untuk pemilahan portofolio yang luas, mengidentifikasi unit yang jatuh pada posisi ambigu atau diperdebatkan, kemudian menerapkan GE-McKinsey matrix secara khusus pada unit-unit tersebut untuk analisis yang lebih mendalam.
Apa yang menggantikan BCG matrix? Tidak ada yang sepenuhnya menggantikannya karena kesederhanaan tetap bernilai. Beberapa tim telah beralih ke model portofolio yang lebih holistik yang menggabungkan profitabilitas, customer lifetime value, atau pemikiran berbasis opsi, tetapi BCG dan GE-McKinsey tetap menjadi kerangka referensi yang diajarkan di sekolah bisnis dan digunakan dalam diskusi ruang dewan. Keduanya muncul bersama alat-alat seperti analisis SWOT vs TOWS dan PESTEL vs SWOT dalam perangkat strategi modern.
Pilihan antara BCG dan GE-McKinsey pada akhirnya mencerminkan seberapa besar presisi yang dibutuhkan keputusan tersebut. Mulailah dengan alat yang lebih sederhana, uji outputnya, dan tingkatkan ke GE-McKinsey ketika taruhan atau kompleksitas portofolio membenarkan upaya tambahan.
Bacaan Terkait

Senior Operations & Growth Strategist
On this page
- Apa Perbedaan antara BCG Matrix dan GE-McKinsey Matrix?
- Apa Itu BCG Matrix?
- Apa Itu GE-McKinsey Matrix?
- BCG vs GE-McKinsey: Perbandingan Berdampingan
- Kapan Menggunakan Masing-masing Matrix
- Cara Memilih dan Menerapkan Salah Satunya
- Langkah 1: Definisikan unit analisis Anda
- Langkah 2: Pilih matrix yang sesuai dengan kompleksitas keputusan
- Langkah 3: Nilai sumbu-sumbunya
- Langkah 4: Baca implikasi strategi per sel
- Contoh
- Kesalahan Umum
- Pertanyaan yang Sering Diajukan
- Bacaan Terkait